Image of HUBUNGAN HIPERTENSI DENGAN PENURUNAN FUNGSI KOGNITIF PADA LANJUT USIA DI PSRLU DAN PMP CIPARAY KABUPATEN BANDUNG

Skripsi

HUBUNGAN HIPERTENSI DENGAN PENURUNAN FUNGSI KOGNITIF PADA LANJUT USIA DI PSRLU DAN PMP CIPARAY KABUPATEN BANDUNG



Masalah lansia dengan hipertensi menjadi faktor terbesar yang mempengaruhi terjadinya penurunan fungsi kognitif terutama fungsi memori. Gangguan fungsi kognitif dapat terjadi karena berbagai faktor risiko yaitu umur, pendidikan, lingkungan, stress,intoksitasi obat dan tekanan darah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah terdapat hubungan antara hipertensi dengan penurunan fungsi kognitif pada lansia di PSRLU dan PMP Ciparay Kabupaten Bandung. Jenis penelitian ini adalah deskripsi korelasi dengan rancangan Cross-sectional. Teknik sampel yang digunakan adalah teknik Non Probability sampling dengan pendekatan Purposive Sampling. Sampel dalam penelitian ini adalah semua lansia yang memenuhi kriteria insklusi dan ekslusi yang berjumlah 70 lansia. Teknik Pengumpulan data menggunakan spigmonanometer manual untuk mengukur tekanan darah dan kuesioner MMSE untuk menganalisis fungsi kognitif. Analisa data univariat menggunakan persentase untuk menentukan rata-rata tekanan darah dan analisa bivariate menggunakan uji Spearman. Tekanan darah sistolik sangat sedikit atau sebanyak 1 responden (1.4%) mengalami hipertensi derajat 3, sebagian atau sebanyak 29 responden (41.4%) mengalami hipertensi derajat 2, sebagian atau sebanyak 40 responden (57.1%) mengalami hipertensi derajat 1 dan tekanan darah diastolik tidak satupun responden (0%) mengalami hipertensi derajat 3, sangat sedikit atau sebanyak 9 responden (12.9%) mengalami hipertensi derajat 2, hampir seluruhnya atau sebanyak 61 responden (87.1%) mengalami hipertensi derajat 1. Hasil pemeriksaan MMSE didapatkan 70 responden memiliki gangguan fungsi kognitif berat, 44 responden memiliki gangguan fungsi kognitif sedang dan 6 responden memiliki fungsi kognitif normal. Pada hasil penelitian didapatkan hubungan antara tekanan darah tinggi sistol dan fungsi kognitif dengan signifikan (p= 0,000). Tidak ada hubungan antara tekanan darah tinggi diastol dan fungsi kognitif dengan signifikan (p= 0,337). Semakin tinggi tekanan darah sistol semakin rendah fungsi kognitif sehingga disarankan untuk menjaga tekanan darah agar fungsi kognitif dapat dijaga. Bagi perawat gerontik untuk lebih mengatasi dan menatalaksana hipertensi dengan baik sehingga dapat mencegah terjadinya penurunan fungsi kognitif pada usia lanjut.


Ketersediaan

S01524K020 / S1.KP.SKP / 2019 - 2020Ilmu KeperawatanTersedia

Informasi Detail

Nomor Serial
020 / S1.KP.SKP / 2019 - 2020
Penerbit Universitas ARS : Universitas ARS.,
ISBN/ISSN
-
Judul Seri
-
Deskripsi Fisik
-
Subyek

Versi lain

Tidak tersedia versi lain


Lampiran Berkas



Informasi


DETAIL DOKUMEN


Kembali ke sebelumnyaXML Detail